Catatan ultah tahun ini, mumpung lagi day off, punya banyak waktu untuk curhat, yah terkadang dalam hidup tak ada salahnya sesekali menoleh kebelakang,agar tak melakukan kesalahan yg sama dan lebih mensyukuri nikmat yg allah berikan,bismillahhirahmannirrahim. Dihari ultahku ini,tergerak hati untuk membuat catatan tentang hidup dan capaian yg kuraih sampai sekarang.
Disela2 kesibukan kerja sebagai pelatih renang dan lifeguard,ditengah jantung kota Tokyo yang super duper canggih,cepat,tepat dan perfectionism ala orang jepang, ups saya hampir lupa memberi tahu, standard hidup yg tinggi, udah pasti mahal ( kira-kira 20 jt/bulan untuk keluarga kecil dgn satu anak seperti saya agar bertahan dgn Gaya hidup rata2 dan biasa di kota metropolis ini).
Jadi tentu saja kota ini di penuhi orang2 Kuat,cerdas,tangguh jiwa,mental dan di tunjang skill dan kerja keras, situasi dan kondisi akan menyeleksi secara alami, menyisakan pemenang dan menghukum yg kalah,welcome to the hell buat orang2 yg gampang menyerah dalam menghadapi kerasnya hidup.
Berkat perjuangan panjang dan do'a dari orang terdekat juga izin alla swt untuk merobah nasib,alur kehidupan membawa saya terdampar di Dunia urban super metropolis diantara manusia2 tangguh, sukses dan sangat2 competitive, saya berdiri gagah dgn dagu tegak diantara mereka,tak saya biarkan mereka menganggap remeh atou menjatuhkan saya, saya pernah memarahi seorang bule di bandara sukarno hatta di depan adik saya Supik waktu pulkam kemaren, karna kesal melihat dia menghina petugas loket gara2 telat terbang,padahal salah dia sendiri yg terlambat datang, dan security staff yg ketaakutan membuat bule itu tambah ngawur dgn menghina jakarta dan sistemnya yg katanya amburadul, buat saya, its just way outta line, alias kelewat batas setelah saya ceramahi ahirnya dia menyadari dan belikan saya coke dan kue buat minta maaf ,itu karakter saya yg terbentuk oleh kerasnya kehidupan.no mercy buat yg malas,pesimis dan kalah, persis seperti film indonesia berjudul "Siapa suruh datang kejakarta,??, yup begitulah, tiada ampunan buat yg kalah mental dan lemah semangat,Saya bisikkan buat diri sendiri,hay Si'et( nama kecil saya di kampung) Siapa suruh datang ke Tokyo hahahaha.(kebetulan saya datang dgn usaha sendiri bukan lewat jalur TKI)
Here I am...saya berdiri tegak di pinggir kolam renang di tingkat lima, ditengah jantung kota Tokyo,dekat sekali dgn Tokyo tower, aikon terkenal di kalangan orang muda ,tempat dating,ada cafe dan restaurants di puncaknya, darisana terlihat view kota ini dgn keindahannya, terlebih malam hari, kesan romantis tersirat kuat dan membuai pasangan manusia yg lagi jatuh cinta.
Sebagai pelatih Renang, saya berdiri mondar mandir memberi instruksi dan koreksi kesalahan2 kecil yg di buat murid renang saya.
Ada rasa kesal juga gemas melihat tingkah polah anak2 yg kebetulan saat ini husus class umur 5 thn,mereka lucu, nakal,polos dan juga manja, tapi awas, mereka juga punya insting yg sangat sensitif,mereka bisa merasakan suasana hati sekaligus karakter setiap pelatih, tidak cukup skills Renang saja, butuh pengetauan pisikologis untuk deal dgn anak2 ini.dan ilmu itu saya dapatkan dgn rajin ikut kursus juga talent bawaan lahir kali ya,saya dpt menebak cepat karakter anak murid setelah 5 menit berinteraksi dgn mereka, atau mungkin hanya sensitif feeling asli orang dusun yang tenggang rasa hahaha, not really sure, anyway......
Mereka berasal dari keluarga sukses, terhormat juga kaya.orang tua mereka diplomat,bisnismen sukses sampai model dan artis terkenal dunia, sport dan sosial club tempat orang kaya dan populer Jepang juga para exspat kelas kakap yg tinggal di Tokyo berkumpul, meeting , makan ato sekedar relax juga olahraga( kami punya semua pasilitas olah raga, delapan restaurants , bar , fasilitas nursery buat anak2,juga kamar hotel sekelas bintang lima untuk para tamu members di sini).
Contoh kecil exspat yg biasa renang bareng dan ngobrol ngalor ngidul dgn saya adalah Caroline Keneddy ( adik mantan presiden amerika Jhon F,Keneddy) kebetulan dia yg jadi American ambassador untuk tokyo,buat saya sama saja saya bicara dgn omak, nyai dan ombok2 di dusun,takterbersit rasa rendah diri ato menganggap superior orang2 semacam ini , bukan berarti juga saya angkuh dan pongah, saya tetap sopan dgn tata krama yg baik, beda waktu masa2 perjuangan dulu, liat bule dikit udah minder dan imperior, hahaha.Saya berdiri teggap penuh percaya diri dan membaur dgn baik diantara pelatih2 bule lainnya yg rata2 di bekali ilmu dan skill mumpuni, di tambah kebanyakan mereka bekas perenang olimpiade, top level atlit.yg perlu diingat juga mata para orang tua murid yg duduk di sekeliling swimming pool,memandang, mengawasi dgn cermat dan tajam skills apa yg kami ajarkan dan tentu saja mereka membuat catatan,kemajuan apa yg anak mereka peroleh selama bergabung dgn club renang kami ,bagi orang kaya modern seperti ini, renang itu gaya hidup, life style mereka, sama dgn memasukkan anak mereka kursus ballet atau piano, tak melulu harus jadi top pianis, balerina ato perenang unggul, itu sudah jadi kebutuhan primer buat hight social class peoples , dan mengingatkan saya atas anjuran di agama kita agar mengajari anak kita tiga hal skill dasar untuk hidup,yaitu berkuda, memanah dan berenang,di negara maju seperti jepang anak2 mulai tingkat sekolah dasar sudah di ajarkan memanah tradisional jepang, berkuda dan tentu saja renang,untuk berkuda dan memanah pernah saya baca artikel yg menerangkan manfaat pisikologisnya yg berkaitan dgn konsentrasi otak dan mental juga pisikal,buat renang ,setiap sekolah dasar mempunyai kolam renang dan 99% orang jepang bisa berenang,hati saya miris mengingat anak-anak di negara berkembang seperti Indonesia,di Thailand yg sedikit lebihmaju dari kita saja kasus kematian di air baik sungai atau danau yg menimpa anak2 umur satu sampe 17thn menempati peringkat tertinggi dari sekitar 6000 kasus cacat seumur hidup dan meninggal per tahun,melebihi kasus kematian di jalan raya yg menempati urutan kedua penyebab kematian.angka ini mengejutkan saya, dan kemungkinan lebih banyak lagi, karna biasanya keluarga yg mendapat musibah memilih untuk tidak melaporkan ke pihak yg berwajib, disamping alasan kematian sudah jelas, mereka juga ngak mau ribet dgn urusan lainnya,saya hanya terdiam sambil membayangkan berapa korban di indonesia termasuk salah satunya sepupu saya sendiri,hidup dan mati itu urusan allah, tapi sebagai umatnya kita diwajibkan berusaha untuk membekali diri dgn berbagai hal dalam menjalani kehidupan( data dan impormasi ini saya dapatkan waktu jadi instruktur buat pelatih renang di Thailand 2014 kemaren) .jadi olahraga ini membentuk postur tubuh yg baik, bisa menghilangkan penyakit asma secara alami dan menjadikan anak jadi lebih competitive dgn sportifitas tinggi,tentu juga sangat berguna bila dalam posisi emergency seperti kapal karam ato jatuh kesungai yg dalam atau terseret arus laut yg deras,saya menyaksikan sendiri mereka bertumbuh dgn sangat cepat dan baik, berasal dari keluarga mapan yg di lengkapi pasilitas super dgn tubuh sehat sempurna, mereka siap jadi generasi pemenang dgn mudah menaklukkan kehidupan dan jadi penerus orangtua mereka.pelatih sepertikami ini bertanggung jawab penuh dgn itu, its professional all about,no risk no gain, am I right hahaha.??????
Lagian saya takmenyalahkan para orang tua itu, mereka telah membayar mahal, buat ukuran bule ato orang jepang biasa termasuk saya sendiri, 5000 yen setiap 30 menit, sama dengan setengah jamnya mau 600 ribu rupiah buat satu orang, harga yg sungguh mahal buat swimm class anak umur 5 thn.dan Pelatih disini mendapat bayaran yg sangat2 baik. Tak perlu saya sebut nominalnya nanti terkesan sombong.
Kami berusaha yg terbaik dan slalu up to date baik ilmu juga skills seprofesional mungkin, dan sayalah satu2 nya pelatih orang Asia untuk saat ini.berdiri sejajar kadang lebih menonjol
Dari pelatih lainnya, saya dapat banyak compliment dari murid dan orang tuanya dan pernah mendapat penghargaan Coach of the month ( pelatih terbaik untuk bulan tertentu).
Oleh sebab itu saya juga sering dapat masalah dari sesama coach, yah biasa, meski bule, tetap aja sama, ada rasa iri, insecure dsb, ingat,, apapun dan dari manapun asal manusia itu, semua sama aja, pasti ada kelemahan2 alami sebagai manusia, itu berdasarkan pengalaman hidup saya. Ambil hikmahnya dan buat memotivasi kita lagi.
Untuk saat ini saya sangat mensyukuri capaian hidup saya,terlebih saya hanya bermodal Do'a,mimpi dan usaha yg tak kenal lelah,terlalu panjang buat saya uraikan satu persatu duka, nestapa ,keringat dan airmata untuk mencapai level hidup ku saat ini.saya yakin banyak orang di luarsana yg lebih sukses segalanya dari saya ,saya cerita disini hanya buat berbagi tanpa maksud menyombongkan ato membandingkan sukses seseorang, sukses tak dapat diukur materi, sukses buat saya disaat saya mencapai impian saya dan tersenyum atas coba'an2 ,duka nestapa juga rasa lelah dan putus asa yg menerjang dalam proses pencapain mimpi tersebut,sampai suatu titik saya menyadari segala kekurangan dan cobaan dlm hidup ini, itu Cara Indah Allah untuk menempa dan memaksaku jadi lebih kuat dalam mengarungi kehidupan, tak semua yg kuminta dalam do'a ter jawab, satu hal yg pasti , allah tau apa yg kubutuhkan,dan dia berikan dgn proses yg panjang, melelahkan dan penuh misteri, namun berujung dgn rasa puas dan syukur.sukses tak mesti harus sama, sukses tergantung capaian mimpi dan keinginan satu individu,buat saya pribadi yg ditunjang pendidikan pormal pas pasan, tamatan madrasah aliyah(MAN) yg saya selesaikan susah payah,putus sekolah setelah SMP beberapa tahun, di usia yg sgt muda saya harus rela kerja di hutan HTI( hutan tanaman industri sungai kelumpang). Menepis gejolak muda yg anda tau sendiri, di saat teman sebaya menikmati masa remaja di bangku sekolah dgn sempurna,saya berjuang mengumpulkan uang dan ahirnya kembali sekolah buat paling tidak saya tamat SMA selevelnya lah, banyak kenangan buruk gara2 ngak tamat SMA waktu kerja dulu, maklum perusahaan kita mementingkan ijazah sekali, beda dgn perusahaan asing kebanyakan, skills dan kemampuan personal lebih menentukan,beberapa kesempatan pelatihan hilang karna saya ngak punya ijazah setingkat SMA ,sangat sakit dan memukul perasaan saya ,saya simpan rapat rasa terpukul dan kecewa itu, dan mencoba untuk tidak menyalahkan siapapun, saya yakin perasaan itu sama seperti orang dusun lain rasakan termasuk beberapa kerabat dekat saya yg bekerja dgn sangat baik, loyalitas tinggi namun tidak didasari pendidikan pormal yg cukup, dan para pendatang yang dibekali pendidikan layak paling tidak SMA yg bekerja di perusahaan tersebut mengambil kesempatan dan memanfaatkan kelemahan orang lokal tersebut dgn sempurna, jadilah putra daerah sebagai pelayan di rumah sendiri,sangat naif dan menyakitkan kenyataan yg harus kami terima,kami menyikapi ini dengan berbeda, saya memilih bangkit dgn cara tersendiri,mencoba sabar dan menabung,sampai uang cukup, dan kesempatan itu datang, Sulaiman, kepala desa balai rajo kini, itu salah satu org yg punya andil bantu urusan sekolah saya yg saya lakoni sambil kerja. Banyak terimakasih buat orang orang yg berjasa dalam hidup saya , tak bisa di sebut satu persatu ,disamping tentu saja orang tua sendiri yg meski miskin, tapi mendidik saya terlebih tentang morality dgn baik,Smoga allah membalas setimpal semuanya,lahir dgn keluarga sederhana, cukup dgn dibantu dukun beranak,tumbuh kembang di lingkungan dusun,tidur dgn lampu togok, menyusuri jalan tanah, kadang kaki ayam ( tampa alas kaki)kesekolah, mandi disungai batang hari , makan
Seadanya dan jangan lupa saya biasa di tolak gadis2 di dusun seputarnya karna kemiskinan saya,cukup di pahami hidup tak bisa hanya bermodalkan cinta saja,suka ato tidak, thats the reality ,banyak hal lagi yg sekarang saya hanya bisa tersenyum mengingatnya, buat anak muda masa kini, itu seperti cerita dongeng tempo dulu.
Dengan apa yg kudapat dan kupunya saat ini.keluarga.Pekerjaan,Rumah,mobil dan karunia sehat dari allah serta tetap berdiri tegar di tengah kota Tokyo yg sangat cantik sekaligus kejam ini, hanya satu kalimat yg pantas Ter ucap,,,,(mengutif ayat suci alqur'an)
NIKMAT ALLAH YG MANA LAGI YG KAU DUSTAKAN.
Semoga hamba mampu memperbaiki diri dan tetap bersukur pada Allah swt.aminn
Disela2 kesibukan kerja sebagai pelatih renang dan lifeguard,ditengah jantung kota Tokyo yang super duper canggih,cepat,tepat dan perfectionism ala orang jepang, ups saya hampir lupa memberi tahu, standard hidup yg tinggi, udah pasti mahal ( kira-kira 20 jt/bulan untuk keluarga kecil dgn satu anak seperti saya agar bertahan dgn Gaya hidup rata2 dan biasa di kota metropolis ini).
Jadi tentu saja kota ini di penuhi orang2 Kuat,cerdas,tangguh jiwa,mental dan di tunjang skill dan kerja keras, situasi dan kondisi akan menyeleksi secara alami, menyisakan pemenang dan menghukum yg kalah,welcome to the hell buat orang2 yg gampang menyerah dalam menghadapi kerasnya hidup.
Berkat perjuangan panjang dan do'a dari orang terdekat juga izin alla swt untuk merobah nasib,alur kehidupan membawa saya terdampar di Dunia urban super metropolis diantara manusia2 tangguh, sukses dan sangat2 competitive, saya berdiri gagah dgn dagu tegak diantara mereka,tak saya biarkan mereka menganggap remeh atou menjatuhkan saya, saya pernah memarahi seorang bule di bandara sukarno hatta di depan adik saya Supik waktu pulkam kemaren, karna kesal melihat dia menghina petugas loket gara2 telat terbang,padahal salah dia sendiri yg terlambat datang, dan security staff yg ketaakutan membuat bule itu tambah ngawur dgn menghina jakarta dan sistemnya yg katanya amburadul, buat saya, its just way outta line, alias kelewat batas setelah saya ceramahi ahirnya dia menyadari dan belikan saya coke dan kue buat minta maaf ,itu karakter saya yg terbentuk oleh kerasnya kehidupan.no mercy buat yg malas,pesimis dan kalah, persis seperti film indonesia berjudul "Siapa suruh datang kejakarta,??, yup begitulah, tiada ampunan buat yg kalah mental dan lemah semangat,Saya bisikkan buat diri sendiri,hay Si'et( nama kecil saya di kampung) Siapa suruh datang ke Tokyo hahahaha.(kebetulan saya datang dgn usaha sendiri bukan lewat jalur TKI)
Here I am...saya berdiri tegak di pinggir kolam renang di tingkat lima, ditengah jantung kota Tokyo,dekat sekali dgn Tokyo tower, aikon terkenal di kalangan orang muda ,tempat dating,ada cafe dan restaurants di puncaknya, darisana terlihat view kota ini dgn keindahannya, terlebih malam hari, kesan romantis tersirat kuat dan membuai pasangan manusia yg lagi jatuh cinta.
Sebagai pelatih Renang, saya berdiri mondar mandir memberi instruksi dan koreksi kesalahan2 kecil yg di buat murid renang saya.
Ada rasa kesal juga gemas melihat tingkah polah anak2 yg kebetulan saat ini husus class umur 5 thn,mereka lucu, nakal,polos dan juga manja, tapi awas, mereka juga punya insting yg sangat sensitif,mereka bisa merasakan suasana hati sekaligus karakter setiap pelatih, tidak cukup skills Renang saja, butuh pengetauan pisikologis untuk deal dgn anak2 ini.dan ilmu itu saya dapatkan dgn rajin ikut kursus juga talent bawaan lahir kali ya,saya dpt menebak cepat karakter anak murid setelah 5 menit berinteraksi dgn mereka, atau mungkin hanya sensitif feeling asli orang dusun yang tenggang rasa hahaha, not really sure, anyway......
Mereka berasal dari keluarga sukses, terhormat juga kaya.orang tua mereka diplomat,bisnismen sukses sampai model dan artis terkenal dunia, sport dan sosial club tempat orang kaya dan populer Jepang juga para exspat kelas kakap yg tinggal di Tokyo berkumpul, meeting , makan ato sekedar relax juga olahraga( kami punya semua pasilitas olah raga, delapan restaurants , bar , fasilitas nursery buat anak2,juga kamar hotel sekelas bintang lima untuk para tamu members di sini).
Contoh kecil exspat yg biasa renang bareng dan ngobrol ngalor ngidul dgn saya adalah Caroline Keneddy ( adik mantan presiden amerika Jhon F,Keneddy) kebetulan dia yg jadi American ambassador untuk tokyo,buat saya sama saja saya bicara dgn omak, nyai dan ombok2 di dusun,takterbersit rasa rendah diri ato menganggap superior orang2 semacam ini , bukan berarti juga saya angkuh dan pongah, saya tetap sopan dgn tata krama yg baik, beda waktu masa2 perjuangan dulu, liat bule dikit udah minder dan imperior, hahaha.Saya berdiri teggap penuh percaya diri dan membaur dgn baik diantara pelatih2 bule lainnya yg rata2 di bekali ilmu dan skill mumpuni, di tambah kebanyakan mereka bekas perenang olimpiade, top level atlit.yg perlu diingat juga mata para orang tua murid yg duduk di sekeliling swimming pool,memandang, mengawasi dgn cermat dan tajam skills apa yg kami ajarkan dan tentu saja mereka membuat catatan,kemajuan apa yg anak mereka peroleh selama bergabung dgn club renang kami ,bagi orang kaya modern seperti ini, renang itu gaya hidup, life style mereka, sama dgn memasukkan anak mereka kursus ballet atau piano, tak melulu harus jadi top pianis, balerina ato perenang unggul, itu sudah jadi kebutuhan primer buat hight social class peoples , dan mengingatkan saya atas anjuran di agama kita agar mengajari anak kita tiga hal skill dasar untuk hidup,yaitu berkuda, memanah dan berenang,di negara maju seperti jepang anak2 mulai tingkat sekolah dasar sudah di ajarkan memanah tradisional jepang, berkuda dan tentu saja renang,untuk berkuda dan memanah pernah saya baca artikel yg menerangkan manfaat pisikologisnya yg berkaitan dgn konsentrasi otak dan mental juga pisikal,buat renang ,setiap sekolah dasar mempunyai kolam renang dan 99% orang jepang bisa berenang,hati saya miris mengingat anak-anak di negara berkembang seperti Indonesia,di Thailand yg sedikit lebihmaju dari kita saja kasus kematian di air baik sungai atau danau yg menimpa anak2 umur satu sampe 17thn menempati peringkat tertinggi dari sekitar 6000 kasus cacat seumur hidup dan meninggal per tahun,melebihi kasus kematian di jalan raya yg menempati urutan kedua penyebab kematian.angka ini mengejutkan saya, dan kemungkinan lebih banyak lagi, karna biasanya keluarga yg mendapat musibah memilih untuk tidak melaporkan ke pihak yg berwajib, disamping alasan kematian sudah jelas, mereka juga ngak mau ribet dgn urusan lainnya,saya hanya terdiam sambil membayangkan berapa korban di indonesia termasuk salah satunya sepupu saya sendiri,hidup dan mati itu urusan allah, tapi sebagai umatnya kita diwajibkan berusaha untuk membekali diri dgn berbagai hal dalam menjalani kehidupan( data dan impormasi ini saya dapatkan waktu jadi instruktur buat pelatih renang di Thailand 2014 kemaren) .jadi olahraga ini membentuk postur tubuh yg baik, bisa menghilangkan penyakit asma secara alami dan menjadikan anak jadi lebih competitive dgn sportifitas tinggi,tentu juga sangat berguna bila dalam posisi emergency seperti kapal karam ato jatuh kesungai yg dalam atau terseret arus laut yg deras,saya menyaksikan sendiri mereka bertumbuh dgn sangat cepat dan baik, berasal dari keluarga mapan yg di lengkapi pasilitas super dgn tubuh sehat sempurna, mereka siap jadi generasi pemenang dgn mudah menaklukkan kehidupan dan jadi penerus orangtua mereka.pelatih sepertikami ini bertanggung jawab penuh dgn itu, its professional all about,no risk no gain, am I right hahaha.??????
Lagian saya takmenyalahkan para orang tua itu, mereka telah membayar mahal, buat ukuran bule ato orang jepang biasa termasuk saya sendiri, 5000 yen setiap 30 menit, sama dengan setengah jamnya mau 600 ribu rupiah buat satu orang, harga yg sungguh mahal buat swimm class anak umur 5 thn.dan Pelatih disini mendapat bayaran yg sangat2 baik. Tak perlu saya sebut nominalnya nanti terkesan sombong.
Kami berusaha yg terbaik dan slalu up to date baik ilmu juga skills seprofesional mungkin, dan sayalah satu2 nya pelatih orang Asia untuk saat ini.berdiri sejajar kadang lebih menonjol
Dari pelatih lainnya, saya dapat banyak compliment dari murid dan orang tuanya dan pernah mendapat penghargaan Coach of the month ( pelatih terbaik untuk bulan tertentu).
Oleh sebab itu saya juga sering dapat masalah dari sesama coach, yah biasa, meski bule, tetap aja sama, ada rasa iri, insecure dsb, ingat,, apapun dan dari manapun asal manusia itu, semua sama aja, pasti ada kelemahan2 alami sebagai manusia, itu berdasarkan pengalaman hidup saya. Ambil hikmahnya dan buat memotivasi kita lagi.
Untuk saat ini saya sangat mensyukuri capaian hidup saya,terlebih saya hanya bermodal Do'a,mimpi dan usaha yg tak kenal lelah,terlalu panjang buat saya uraikan satu persatu duka, nestapa ,keringat dan airmata untuk mencapai level hidup ku saat ini.saya yakin banyak orang di luarsana yg lebih sukses segalanya dari saya ,saya cerita disini hanya buat berbagi tanpa maksud menyombongkan ato membandingkan sukses seseorang, sukses tak dapat diukur materi, sukses buat saya disaat saya mencapai impian saya dan tersenyum atas coba'an2 ,duka nestapa juga rasa lelah dan putus asa yg menerjang dalam proses pencapain mimpi tersebut,sampai suatu titik saya menyadari segala kekurangan dan cobaan dlm hidup ini, itu Cara Indah Allah untuk menempa dan memaksaku jadi lebih kuat dalam mengarungi kehidupan, tak semua yg kuminta dalam do'a ter jawab, satu hal yg pasti , allah tau apa yg kubutuhkan,dan dia berikan dgn proses yg panjang, melelahkan dan penuh misteri, namun berujung dgn rasa puas dan syukur.sukses tak mesti harus sama, sukses tergantung capaian mimpi dan keinginan satu individu,buat saya pribadi yg ditunjang pendidikan pormal pas pasan, tamatan madrasah aliyah(MAN) yg saya selesaikan susah payah,putus sekolah setelah SMP beberapa tahun, di usia yg sgt muda saya harus rela kerja di hutan HTI( hutan tanaman industri sungai kelumpang). Menepis gejolak muda yg anda tau sendiri, di saat teman sebaya menikmati masa remaja di bangku sekolah dgn sempurna,saya berjuang mengumpulkan uang dan ahirnya kembali sekolah buat paling tidak saya tamat SMA selevelnya lah, banyak kenangan buruk gara2 ngak tamat SMA waktu kerja dulu, maklum perusahaan kita mementingkan ijazah sekali, beda dgn perusahaan asing kebanyakan, skills dan kemampuan personal lebih menentukan,beberapa kesempatan pelatihan hilang karna saya ngak punya ijazah setingkat SMA ,sangat sakit dan memukul perasaan saya ,saya simpan rapat rasa terpukul dan kecewa itu, dan mencoba untuk tidak menyalahkan siapapun, saya yakin perasaan itu sama seperti orang dusun lain rasakan termasuk beberapa kerabat dekat saya yg bekerja dgn sangat baik, loyalitas tinggi namun tidak didasari pendidikan pormal yg cukup, dan para pendatang yang dibekali pendidikan layak paling tidak SMA yg bekerja di perusahaan tersebut mengambil kesempatan dan memanfaatkan kelemahan orang lokal tersebut dgn sempurna, jadilah putra daerah sebagai pelayan di rumah sendiri,sangat naif dan menyakitkan kenyataan yg harus kami terima,kami menyikapi ini dengan berbeda, saya memilih bangkit dgn cara tersendiri,mencoba sabar dan menabung,sampai uang cukup, dan kesempatan itu datang, Sulaiman, kepala desa balai rajo kini, itu salah satu org yg punya andil bantu urusan sekolah saya yg saya lakoni sambil kerja. Banyak terimakasih buat orang orang yg berjasa dalam hidup saya , tak bisa di sebut satu persatu ,disamping tentu saja orang tua sendiri yg meski miskin, tapi mendidik saya terlebih tentang morality dgn baik,Smoga allah membalas setimpal semuanya,lahir dgn keluarga sederhana, cukup dgn dibantu dukun beranak,tumbuh kembang di lingkungan dusun,tidur dgn lampu togok, menyusuri jalan tanah, kadang kaki ayam ( tampa alas kaki)kesekolah, mandi disungai batang hari , makan
Seadanya dan jangan lupa saya biasa di tolak gadis2 di dusun seputarnya karna kemiskinan saya,cukup di pahami hidup tak bisa hanya bermodalkan cinta saja,suka ato tidak, thats the reality ,banyak hal lagi yg sekarang saya hanya bisa tersenyum mengingatnya, buat anak muda masa kini, itu seperti cerita dongeng tempo dulu.
Dengan apa yg kudapat dan kupunya saat ini.keluarga.Pekerjaan,Rumah,mobil dan karunia sehat dari allah serta tetap berdiri tegar di tengah kota Tokyo yg sangat cantik sekaligus kejam ini, hanya satu kalimat yg pantas Ter ucap,,,,(mengutif ayat suci alqur'an)
NIKMAT ALLAH YG MANA LAGI YG KAU DUSTAKAN.
Semoga hamba mampu memperbaiki diri dan tetap bersukur pada Allah swt.aminn
Comments
Post a Comment