Disinilah letak perbedaan antara pemenang dan pecundang, cara menghadapi rasa takut yg sama yg tentu saja sangat manusiawi,apalagi di saat dihadapkan dengan pilihan sulit, keluar dari confort zone, atau memutuskan mengikuti keinginan hati sesuai passion dan core value diri kita masing-masing yg allah bekali denagan bakat dan kemampuan tersendiri dan berbeda-beda. Sebelum saya sampai menetap di Tokyo, takterhitung rasa takut itu mendera dalam perjalanan panjang dan berliku tersebut, saking sering nya, sehingga saya tau cara untuk menghadapinya,saya hanya tamatan MAN yg selesai dengan susah payah, jadi selebihnya hidup saya di jalanan nasib, disekolah kehidupan nyata, yg membiarkan saya berbuat salah, jatuh dan terluka, taka ada guru atau teman yg melihat kesalahan yg saya perbuat, tak ada aturan yg menyatakan salah dan gagal itu tidak baik dan di cap bodoh atau tidak berbakat.saya justru belajar dari kesalahan-kesalahan dan rasa kecewa dan takut yg saya alami, itulah guru saya, yg ...